Indosex.biz
IndoSex.Biz Download Bokep Indo Sex & XXX Porn Video Secara Gratis

Peringatan : Anda harus berusia 18+ atau lebih untuk mengakses situs ini.
New Sex Site Bokep999.Com
Adi MILF
“Ning nong!”… “Selamat sore om… Adi ada om?”, sapaku pada Papanya Adi. Aku janjian belajar bersama sore ini mempersiapkan ujian Mekanika Teknik minggu depan.
“Oh, Adi nya belum pulang… tapi dia tadi bilang David mau dateng… mau
belajar bareng ya?”, jelas om Agung – papanya Adi – sambil membuka lebih
lebar dan mempersilahkan aku masuk. “Ayo masuk Vid, mau tunggu di kamar
Adi aja?”, katanya lebih lanjut. “Iya deh om”, jawabku kikuk karena
tidak biasa ke rumah Adi tanpa ada dia. Aku bergegas ke kamar Adi dan
duduk di tempat tidurnya seraya mengambil beberapa buku yang ingin
kubaca. Om Agung menghidupkan AC kamar Adi, dan sambil menutup pintu,
“Om tinggal ya Vid, ntar lagi paling Adi pulang, katanya hanya mampir di
rumah Sita untuk ambil buku yang ketinggalan”. Aku ditinggalkan sendiri
di kamar Adi, suasana hening, aku terdiam sesaat bingung mau ngapain.
Akhirnya kuputuskan untuk membaca buku pelajaran yang aku bawa sambil
tiduran.
“Mam, Agung pergi ke Driving Range dulu ya! Tuh ada si David di kamar
Adi nungguin dia pulang…”, kudengar suara om Agung setengah berteriak
pamit ke tante Mona. “OK Pap, jangan lama lama dong drivingnya… aku kan…
hihihihi”, kudengar sayup sayup tante Mona menjawab. Hiii, sit ante
pengen gituan kali, pikiran kotorku berkata. Aku lanjut membaca agar si
otong tidak tambah ngaceng membayangkan Papa Mamanya Adi bakal gituan
ntar malem.
“Hey David, apa kabar?”, pintu tiba tiba terbuka dan terlihat Mamanya
Adi membawa minuman untukku. “Baik tante”, aku buru buru bangun dari
posisi tiduranku. “Mau belajar bareng tan buat persiapan ujian minggu
depan”, tambahku. “Iya Adi juga kemarin bilang… ya sudah diterusin aja…
kayaknya Adi bakal telat dikit, barusan di telpon tante… nih minumnya
ya… kalau kurang ambil aja di kulkas”. “Makasih tan…”, aku kembali
membaringkan badanku segera setelah tante Mona keluar dan menutup pintu
kamar Adi.
Tante Mona itu keturunan Indo Belanda, tubuhnya lebih tinggi dari rata
rata wanita Indo. Mungkin umurnya baru 35 tahunan. Dia itu Mama tirinya
Adi karena papanya menikah lagi setelah mininggalnya mama kandung Adi 5
tahun yang lalu. Dengan tinggi seperti itu, memang perawakan tante Mona
menjadi ideal – paling tidak menurutku – kaki semampai, pinggangnya
langsing, pantatnya bohai, dan tetenya seperti yang di film Baywatch.
Hhhhhh, apaan sih? Aku kok jadi melamunin mamanya Adi??? Minum dulu
ah... Aku minum sirup yang barusan dibawakan oleh tante Mona. Enak
dingin.
Tiba tiba pintu kamar mendadak dibuka lagi! Aku kaget setengah mati
melihat tante Mona masuk dengan lingerie yang tipis menerawang, sehingga
aku bisa melihat seluruh tubuh dibaliknya yang tidak pake apa apa.
Kulihat tetenya yang besar dengan puting yang sudah mengeras, perutnya
yang singset karena belum pernah melahirkan, dan ya ampun, mekinya yang
cumin berbulu halus dan tercukur rapi membentuk huruf V. Si otong
mendadak mengeras di balik celana jeansku.
Tante Mona pelan pelan mendekatiku dengan melakukan gerakan gerakan
erotis yang menambah keras si otong, dan kemudian sambil tetap berdiri
di pojok tempat tidur Adi, ia membelai belai tetenya sendiri sambil
tetap menatapku. Tangannya yang satu mulai memilin putingnya sendiri
sementara yang satu lagi merambah ke mekinya untuk merangsang
klitorisnya. Satu kakinya dinaikkan ia naikkan sehingga mekinya terbuka
lebar dan aku bisa lihat lubangnya sudah basah oleh cairannya sendiri.
Pelan pelan ia masukkan kedua jadi tangannya dan mulai mengocok mekinya
sendiri. Tetap menatapku sambil mendesah desah keenakan.
Crot crot crot, aku ejakulasi tidak tahan melihat adegan tante Mona. Aku
terbangun karena terasa basah celana dalamku. Sialan! Ternyata cuman
mimpi…
Wah gimana nih, celanaku basah dan lengket gara gara mimpi barusan… mana di rumah orang lagi…
Aku beranjak dari tempat tidur untuk ke kamar mandi membersihkan peju di
celana. Kubuka pelan pelan pintu kamar Adi khawatir mengganggu tante
Mona, sekalian juga malu kalau kelihatan bagian depan jeansku agak agak
basah karena tembusan dari balik celana dalamku. Setengah mengendap aku
berjalan menuju kamar mandi yang letaknya disebelah kamar Adi dan
berseberangan dengan kamar orang tua Adi.
Tanpa sengaja aku menoleh kea rah kamar tante Mona yang tidak tertutup.
Ternyata tante Mona sedang tiduran santai dengan posisi sedemikian rupa
sehingga rok dasternya tersingkap memperlihatkan pahanya yang putih dan
mulus. Si otong jadi naik lagi membayangkan mimpiku barusan. Buru buru
aku masuk kamar mandi untuk membersihkan peju di celana. Terlihat pejuku
berceceran di bagian depan celana dalamku sehingga mau tidak mau harus
kubilas sedikit. Tidak apalah nanti pake jeans tanpa celana dalam…
daripada lengket dan bau. Hehehehe.
Si otong aku sabuni karena belepotan pejuku sendiri… eh kok enak yak???
“Sekalian coli aja deh”, pikiran mesumku member perintah. Pelan pelan
kukocok kontolku sambil merem membayangkan adegan tante Mona di mimpi
tadi. Terasa darah disekujur tubuhku terkonsentrasi menuju si otong,
membuatnya semakin tegang dan bengkak.
“eh David! Lagi ngapain!”, teriak tante Mona yang tiba tiba membuka
pintu kamar mandi yang lupa kukunci. “Aduuh ma’af tante, ma’af…”, aku
tidak bisa memberikan alasan apa apa. Sontak si otong menjadi lemas
karena kaget. Tanpa teringat lagi untuk pake celana jeansku, aku keluar
dari kamar mandi, meliwati tante Mona yang berdiri terpaku di pintu.
Karena sempit, tanpa sengaja si otong bersentuhan dengan paha tante Mona
yang putih mulus itu… tetap lemas karena ketakutan…
“Aduuh kasihan David… ma’afin tante ya… tante tidak sengaja…”, tante
Mona tersadar sambil segera berlari kecil ke kamar tidurnya dan menutup
pintunya karena malu. Aku juga demikian, buru buru masuk kamar Adi dan
menutup pintunya karena malu.
Mona (POV):
“Aduh kasian amat si David, aku jadi gak enak udah bikin dia kaget”,
sesalku dalam hati. “sampai mendadak lemas kontolnya”, lanjut konflik
batinku. “eh tapi lemas aja segitu panjangnya… gimana kalau lagi tegang
ya?”, pikiran mesumku mulai menggoda. Aku mulai membayangkan yang tidak
tidak, penasaran bagaimana rasanya dientot oleh David. Apalagi kontolnya
terlihat lebih besar dari punya Agung…
“Halo Adi sayang… kok kamu belum pulang sih? Kasihan tuh David nunggu”.
“Aduh Ma, masih tanggung nih, tolong bilang Adi aku kira kira 3 jam lagi
sampai rumah”, jawab Adi anakku ketika kuhubungi lewat Handphone. “Halo
Paap, kamu dimana? Udah selesai drivingnya? Tuuh gitukan… katanya mau
pulang cepat… kok malah mampir ngopi dulu sama Cipto and the gank?”, aku
merajuk di telefon kepada suamiku.
Aku tersenyum, berarti Agung dan Adi masih sama sama belum bisa pulang dalam waktu dekat ini. Hmmmm berarti…
David (POV):
Aku hanya bisa terbaring bingung di kamar Adi, tidak tahu harus
bagaimana. Malu banget rasanya ketahuan tante Mona sedang coli… Mana si
otong jadi serba tanggung lagi, masih pengen tapi gak bisa berdiri
karena masih tersisa bekas bekas kaget dan takut barusan.
“tok tok tok”, suara pintu kamar Adi di ketok. Aku diam tidak berani
merespon sama sekali. Pelan pelan pintu kamar Adi terbuka dan terlihat
wajah tante Mona melongok ke dalam… tersenyum… “Ma’afin tante ya Vid…”,
pintanya setengah berbisik. Aku mengangguk pelan tanda setuju. Tante
Mona pelan pelan masuk dan mengunci pintu. Ahhh… ternyata dia sudah
mengganti daster yang sebelumnya dipakai dengan lingerie tipis
sebagaimana mimpiku barusan… Si otong sontak bersemangat, pelan pelan
berdiri dan mengeras…
“Tante bantu selesaikan yang tadi ya… kasihan kan David nanti pusing
malah tidak bisa belajar”, tante Mona menjelaskan kehadirannya. Tanpa
membuka lingerienya, dia berjalan ke arahku dan naik di atasku dalam
posisi 69. Mulut dan tangannya segera sibuk membelai belai kontolku
sementara mekinya di gosok gosok di hidung dan bibirku… minta di jilat!
Dapat rejeki seperti ini aku tidak menunggu lagi, langsung kujilat jilat
lubang meki tante Mona yang sudah basah. Dia keenakan dan semakin ganas
mengocok dan mengulum kontolku di mulutnya.
Lidahku kucolok colok ke lubang mekinya. Sekali kali tante Mona
membungkukkan badannya mengarahkan lubang pantatnya ke lidahku… minta di
jilat juga… Sehingga kedua lubang di selangkangannya basah total dengan
jilatanku. Tante melenguh keenakan, dan kocokan di kontolku semakin
agresif.
“Tante gak tahan Vid”, dia berkata seraya merubah posisinya menjadi
Woman on Top. Kontolku dimasukkannya dengan kasar ke mekinya. Langsung
sedalam dalamnya. “aaaaaghgghgh”, ia berteriak keenakan. Didiamkannya
sejenak dan kemudian dia mulai mengocok kontolku dengan sangat liar.
“Kontol kamu enak banget Vid… fuck me Vid…”, tante Mona meracau tidak
karuan sambil tetap mengocok kontolku dengan liar. Aku tidak tinggal
diam, kedua putingnya aku pilin pilin dan sekali kali aku cubit agak
keras. Sepertnya tante Mona keenakan setiap kali aku cubit putingnya…
ditandai dengan semakin licin lubang mekinya… semakin enak rasa kontolku
di kocok tante Mona.
“Eeeghrghrghrghr… tante keluar Vid…. Enaaaaaghghgh”, teriak tante Mona
sambil menggeleng geleng keras tanda keenakan. Namun hebatnya dia tidak
berhenti mengocok kontolku sehingga hanya dalam selang beberapa menit ia
kembali “oooouuughrghrghrghr… enak Vid… tante keluar laghhhi”, semakin
binal dan liar ia mengocok kontolku. Sambil tetap mencubit putingnya,
kumasukkan dua jariku ke mulut tante Mona. Dengan cepat ia mengisap
ngisap jariku seolah olah sedang mengoral kontol. Kocokannya semakin
cepat dan “eeeeghrghrghrghr… aduuuuuh enaaaak Vid”, dia orgasme lagi
sehingga mekinya sudah tidak sanggup menampung cairan orgasmenya
sendiri. Meleleh membasahi jembutku. Ia tetap mengocok dengan liar,
menggeleng gelengkan kepalanya ke kiri dan kanan… depan dan belakang…
kali ini agak lama ia mencapai orgasme berikutnya, mungkin cairannya
sudah habis.
Sementara kontolku terasa semakin kebal karena dikocok terus. Sambil
tetap mengocok kontolku, tante Mona menegakkan badannya sehingga tidak
sampai tanganku untuk mencubit putingnya dan terlepas jariku dari
mulutnya. Tangannya dilepas dari dadaku yang selama ini menjadi
sandarannya. Segera dia memainkan klitorisnya sendiri dengan jari
tengahnya sambil sekali kali ikut memasukkan jarinya ke lubang mekinya
bersamaan dengan kontol ku. Tangan satunya dia pakai untuk menggelitiki
lubang pantatnya sendiri… “Gila nih tante Mona… dia senang semua
lubangnya dicolok!”, aku terkagum kagum dengan keliarannya.
Tiba tiba di memasukkan dua jarinya ke lubang mekinya sendiri,
mendampingi kontolku yang tetap dia kocok. Jadi satunya yang sudah basah
oleh cairan mekinya, dia masukkan dalam dalam ke lubang pantatnya.
Posisinya semakin nungging hingga mau tidak mau dia harus berciuman
denganku. Dicumbunya aku dengan sangat liat, lubang pantat disodok jari
tengahnya, lubang mekinya disosok dua jari tangan satunya, mendampingi
kontolku yang masih tetap keluar masuk mekinya…. Dengan kedua tanganku,
perlahan aku cekik lehernya sehingga tante Moda agak kesulitan bernafas…
dan “oooouuughrghrghrghrghrghr… ammphphphun sayaaaaanghghghg…. Tante
enaaaaagghghghgh”, dia orgasme untuk keempat kalinya dan kali ini
cairannya keluar dengan deras membanjiri sekujur perutku. Tante Mona
squirting hebat!
Selesai squirting, tante Mona terkulai lemas di atas badanku. Ia
menjilat jari jarinya sendiri, menikmati cairan pantat dan mekinya,
sembari membiarkan kontolku yang masih tegang tertanam di mekinya. “Kok
kamu kuat banget sih gak keluar keluar dari tadi?”, Tanya tante Mona
kagum. Aku tersenyum bangga… “tadi udah sempet mimpi basah tante…
mungkin peju David habis tan”, jawabku seenaknya. Dia tersenyum senang
mendengar kejujuranku.
Dikeluarkannya kontolku perlahan lahan dari mekinya dan kemudian dia
mulai oral dengan perlahan, semakin cepat, dan semakin cepat. Sedotan
mulutnya jauh lebih hebat dari mekinya, membuat pejuku yang tersimpan
dibagian terdalam kontolku terhisap keluar. Dapat kurasakan bagaimana
peju kentalku merayap dari bagian terdalam tubuhku ke arah kepala
kontolku. Dapat kurasakan bagaimana kepala kontolku semakin membesar,
menampung seluruh darah ditubuhku yang terfokus di sana. Semakin keras
dan semakin tegang, hingga akhirnya jebol pertahananku.
“Tanteeeeeeeeeeee….”, pejuku muncrat langsung ke dalam tenggorokan tante
Mona. Langsung tertelan semua hingga habis bis bis…
“Terima kasih tante”, ucapku setelah ia berhenti menelan seluruh pejuku
dan selesai menjilati dan membersihkan kontolku. Tante Mona tersenyum
tidak menjawab. Ia berdiri dan kemudian mengangkangi wajahku dengan
mekinya yang belepotan cairannya. Aku mengerti permintaannya. Dengan
lembut kujilati seluruh bagian selangkangannya hingga bersih. Terasa
asin asin enak cairan tante Mona yang kutelan semua. Ia mendesah
keenakan menerima afterplay service dariku… Mengetahui mekinya sudah
bersih dari cairan cairan cintanya, tante Mona meletakkan mekinya tepat
dibibirku, minta aku French kiss dengan mekinya. Tanpa menyianyiakan,
aku French kiss dengan mekinya… memainkan lidahku di dalam meki tante
Mona seolah olah itu adalah mulutnya. Dia mengimbanginya dengan
melenggok lenggokkan tubuhnya hingga mekinya seolah olah mencium semua
bagian bibirku. Terasa beberapa tetes cairan meki tante Mona kembali
meleleh untuk menyudahi permainain kami…
Adi maupun om Agung tidak pernah tahu menahu akan kejadian ini. Akupun
semakin sering berlajar bersama di rumah Adi… dan tante Mona paling tahu
cara mengatur jadwalnya sehingga kami selalu memiliki waktu yang cukup
untuk bercinta…

Tamat

Klik like jika anda suka dengan cerita ini
LIKE!!!
» Home » Koleksi Cerita Sex » Setengah Baya » Adi MILF

Video Gadis Pecah Perawan ( Partner Sex )
Hijab Rape Sex ( Partner Sex )
School Girl Sex ( Partner Sex )

Cara Membuka Situs yang diblokir