Indosex.biz
IndoSex.Biz Download Bokep Indo Sex & XXX Porn Video Secara Gratis

Peringatan : Anda harus berusia 18+ atau lebih untuk mengakses situs ini.
New Sex Site Bokep999.Com
14 Tahun silam
Sebut saja namaku Allan (nama samaran), sekarang umurku 27 tahun dan masih melajang. Peristiwa ini ku alami ketika aku masih duduk di kelas 1 SMP dan anak itu sebut saja Rima, sekarang sudah menikah dan punya anak 1 kira-kira berumur 6 tahun.

Ceritanya aku mulai,, ketika ibuku menerima les anak-anak SD di daerah tempatku berada, ada salah satu siswinya yang cantik putih agak bongsor dan sukanya membuka gorden kamarku dan melihat aku waktu di kamar. Aku cuma senyum manis dan dia pun tersenyum sambil mengedip-ngedipkan matanya yang masih berbinar-binar seperti usia anak SD kelas 5.

Suatu hari ketika ibuku dinas ke luar kota dan menginap di suatu kota propinsi, datanglah Rima ke rumahku untuk les karena memang rumahnya cukup dekat dari rumah aku.

Dan dia dengan tersenyum masuk ke rumah

"kakak, ibu kakak ada tidak?" tanya Rima.

"Oh, mungkin ibu lupa memberi tahu padamu rima, ibu pergi rapat dinas kekota." jawabku dengan tersenyum padanya.

"hmmm, , , kakak aja ya yang menjadi guru lesnya rima, gmana? Mau gak?" kata rima sambil melihat aku.

"hmmmm, , ,ok deh"jawabku singkat.

Dan Rimapun masuk ke dalam rumah.

Baru sebentar aku dan rima membahas soal matematika, hujan deras sekali datang dan aku berdiri sambil menyalakan lampu, karena ruangannya gelap dan kami mulai lagi membahas soal-soal matematika.

Tanpa sadar selintas aku memandang ke bawah dan aku perhatikan celana dalam Rima kelihatan dengan jelas, kecil dan mungil, aku perhatikan isi didalamnya dan agak sedikit menonjol dan kenyal. Aku jadi nggak kosentrasi, sampai ketika Desy tanya suatu soal.

"eh, apa??????" tanyaku kaget

"itulah kak soal nomor 21."

Dengan agak kaget aku mulai menjelaskan dan mulai dia aku beri soal 10 buah untuk dikerjakannya. Aku melirik lagi ke bawah meja sambil pura-pura membaca buku matematika Rima.

Kontol aku ketika kaki Rima di gerak-gerakkan keluar masuk membuat darahku berdesir. Aku perhatikan tonjolan kecil diantara selakangannya ikut menonjol dan merata menyesuaikan gerakan kakinya. kontolku sampai ngiler melihatnya.

Apalagi waktu aku membayangkan tanganku meraba bagian mungil yang sedikit menonjol yang belum berbulu itu.

"ough ough" bathinku, rasa kontolku makin menegang lagi dan aku mulai memperhatikan paras ayu Rima yang masih polos. Eh ternyata dia juga memperhatikanku, dia tersenyum

"ada apa kak" tanyanya dengan polos.

"gak da papa."jawabku sedikit grogi.

"udah punya pacar belum Ma???"godaku

"belum" katanya.

"pacarnya kakak???" balik Desy mengodaku.

"...." asem ternyata anak ini berani juga batinku.

Aku mulai berani mendekati tubuh Rima ketika dia menanyakan satu soal yang sulit

"ini gimana ya kak cara mengerjakannya?" tanyanya.

"yang mana??" jawabku, sambil berdiri menuju ke kursi sebelahnya sambil membantu dia aku pepetkan badanku ke arah tubuhnya.

Dia menoleh ke arah aku sambil tersenyum manis, aku juga melihat ke arahnya.

"kamu cantik dan manis Rima" pujiku

Rima tersipu malu dan masih menatapku. Akhirnya kuberanikan untuk memeluk Tubuhnya dan berusaha untuk melumat bibirnya yang masih merah dengan gemetar.

Kulihat Rima memejamkan matanya dan tanpa membalas lumatan bibirku, dan ku rasakan badannya sedikit bergetar.

"aku takut kak" Rima mendorongku sambil berbisik.

Dan aku yang mulai di dorong nafsu lelaki yang begitu mengelora

"nggak apa-apa sayang, tidak ada yang melihat. Cuma kita berdua dirumah, kan diluar hujan deras." jawabku dan ku bopong Rima menuju ke kamar.

Rima meronta sambil memegang tanganku dan mulai aku tidurkan dia.

"aku takut kak" Rima melihatku dan berbisik

"gak apa-apa sayang."sambil mulai ku lumat bibirnya yang merah.

aku rasakan Rima mulai menikmati cumbuanku dan tanpa sadar aku buka bajunya dan ku lihat buah dadanya masih ranum dan belum ditutupi BH. Masih kenyal, kecil dan puting susunya agak menonjol sedikit.

Aku mulai meremas-remasnya dengan halus. Rima hanya bisa mengelinjang-gelinjangkan badannya di bawah tubuhku sambil kepalanya bergerak kesana kemari.

Nafsu birahiku sudah tak terkontrol lagi dan aku selipkan salah satu jemariku ke arah pepek Rima yang masih tembem. Aku raba-raba sambil meneliti semua sudut pepeknya dengan jemariku. kontolku tambah keras lagi ketika jemariku berhasil mengerayangi pepek Rima yang masih ranum.

Dia memegang tubuhku sambil mengelinjang. kira-kira panjangnya pepek Rima sepanjang jari telunjukku yang kecil dan masih sulit di buka.

Klik like jika anda suka dengan cerita ini
LIKE!!!
» Home » Koleksi Cerita Sex » Daun Muda » 14 Tahun silam

Video Gadis Pecah Perawan ( Partner Sex )
Hijab Rape Sex ( Partner Sex )
School Girl Sex ( Partner Sex )

Cara Membuka Situs yang diblokir